Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin
masjid di Malaysia
Info utama
- Dibangun
- 2009
- Kapasitas
- 20.000 orang
🧭 Apa saja fasilitas masjid ini?
Jika pernah ke sana, tandai yang Anda lihat; info yang terkonfirmasi ditampilkan dan dipakai untuk filter.
Ringkasan
Konten ini belum tersedia dalam bahasa Anda.
Teks ini disusun dengan bantuan AI dari informasi bersumber dan belum ditinjau editor. Mohon laporkan jika ada kesalahan.
The Tuanku Mizan Zainal Abidin Mosque is the second principal mosque of Putrajaya, Malaysia, after Putra Mosque. It is also known by its Malay nickname Masjid Besi, the Iron Mosque. It stands on Kiblat Walk in Precinct 3, opposite the Palace of Justice and beside Islamic Complex Putrajaya, a religious authority headquarters. Our records give it a capacity of about 20,000 worshippers. Completed in 2009, it is a contemporary example of Islamic architecture. Its area is roughly twice that of Putra Mosque, which lies 2.2 kilometres to the north.
Sejarah
Konten ini belum tersedia dalam bahasa Anda.
Teks ini disusun dengan bantuan AI dari informasi bersumber dan belum ditinjau editor. Mohon laporkan jika ada kesalahan.
Construction began in April 2004 and the mosque was fully completed in August 2009. It was officially opened on 11 June 2010 by Tuanku Mizan Zainal Abidin, the 13th Yang di-Pertuan Agong, after whom it is named.
The mosque was built to serve approximately 24,000 residents, including government employees working in the city centre and in Precincts 2, 3, 4 and 18.
Dari Wikipedia
Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin berada di Putrajaya. Nama masjid merupakan nama Yang di-Pertuan Agong XIII, Al-Wathiqu Billah Tuanku Mizan Zainal Abidin Ibni Mahmud Al-Muktafi Billah Shah. Pembangunan masjid dimulai pada tanggal 5 April 2004. Pembangunannya selesai pada tanggal 19 Agustus 2009. Pengelolaan masjid siberikan ke pihak Jabatan Kemajuan Islam Malaysia. Biaya yang digunakan untuk membangun masjid sebesar 200 juta Ringgit. Bahan bangunan masjid memakai menghabiskan 6000 ton besi. 30% bahan bangunan menggunakan beton. Konsep masjid ini adalah sejuk, sederhana dan terus menembus. Bagian tempat salat tidak memakai kipas angin atau penyejuk udara. Teknologi pendinginan ruangannya adalah pendinginan berbasis gas. Kubah masji dibuat dari besi tahan karat. Sekeliling masjid dikelilingi oleh cermin. Gaya arsitekturnya memakai model metalik. Masjid ini dapat ditembus oleh cahaya dan angin.
Sumber: Wikipedia, artikel “Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin”; dikutip tanpa perubahan di bawah lisensi CC BY-SA 4.0. Baca selengkapnya di Wikipedia ↗ · CC BY-SA 4.0
Sumber
Wikipedia (ar): https://ar.wikipedia.org/wiki/%D9%85%D8%B3%D8%AC%D8%AF_%D8%AA%D9%88%D8%A7%D9%86%D9%83%D9%88_%D9%85%D9%8A%D8%B2%D8%A7%D9%86_%D8%B2%D9%8A%D9%86_%D8%A7%D9%84%D8%B9%D8%A7%D8%A8%D8%AF%D9%8A%D9%86
Wikipedia (en): https://en.wikipedia.org/wiki/Tuanku_Mizan_Zainal_Abidin_Mosque
Wikipedia (fr): https://fr.wikipedia.org/wiki/Mosqu%C3%A9e_Tuanku_Mizan_Zainal_Abidin
Wikipedia (id): https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Tuanku_Mizan_Zainal_Abidin
Wikipedia (ur): https://ur.wikipedia.org/wiki/%D9%85%D8%B3%D8%AC%D8%AF_%D8%AA%D9%88%D8%A7%D9%86%DA%A9%D9%88_%D9%85%DB%8C%D8%B2%D8%A7%D9%86_%D8%B2%DB%8C%D9%86_%D8%A7%D9%84%D8%B9%D8%A7%D8%A8%D8%AF%DB%8C%D9%86