Masjid Rao-Rao
masjid di Indonesia
Info utama
- Dibangun
- 1908
🧭 Apa saja fasilitas masjid ini?
Jika pernah ke sana, tandai yang Anda lihat; info yang terkonfirmasi ditampilkan dan dipakai untuk filter.
Ringkasan
Konten ini belum tersedia dalam bahasa Anda.
Teks ini disusun dengan bantuan AI dari informasi bersumber dan belum ditinjau editor. Mohon laporkan jika ada kesalahan.
Rao Rao Mosque stands in Nagari Rao Rao, in the Sungai Tarab district of Tanah Datar Regency, West Sumatra, Indonesia. It lies on the road from Batusangkar toward Bukittinggi and is counted among the oldest mosques in the country. Its architecture is described as a blend of Minangkabau and Persian styles, and the building has a single floor. Today it serves both for worship and as a place of religious education.
Sejarah
Konten ini belum tersedia dalam bahasa Anda.
Teks ini disusun dengan bantuan AI dari informasi bersumber dan belum ditinjau editor. Mohon laporkan jika ada kesalahan.
Construction of the mosque began in 1908. Its first roof was made of plant fibre, which was later replaced with zinc.
Since its founding the building has suffered considerable damage in earthquakes, notably in 1926 and 2009. It has nevertheless never undergone a large-scale restoration. The documented repairs are the correction of the minaret's tilt in 1975 and the replacement of the old floor ceramics with new ones around 1990.
The mosque was also used as a strategy centre during the struggle against Dutch colonial rule.
Dari Wikipedia
Masjid Rao-Rao adalah salah satu masjid tertua di Indonesia yang terletak di Nagari Rao-Rao, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Masjid berarsitektur perpaduan Minangkabau dan Persia ini mulai dibangun pada tahun 1908 dengan atap berbahan ijuk sebelum akhirnya diganti menjadi seng.
Sejak berdirinya, masjid ini sempat mengalami kerusakan yang cukup berarti akibat gempa, seperti pada tahun 1926 dan terakhir 2009. Namun sejak dibangun, masjid ini belum pernah dipugar secara besar-besaran. Renovasi yang pernah dilakukan hanya berupa pelurusan menara yang miring pada tahun 1975 dan penggantian seluruh keramik lama dengan yang baru sekitar tahun 1990-an.
Saat ini, selain digunakan untuk aktivitas ibadah umat Islam, masjid satu lantai ini juga digunakan sebagai sarana pendidikan agama. Awalnya, masjid ini juga sempat dijadikan tempat penyusunan strategi perjuangan menghadapi penjajahan Belanda.
Sumber: Wikipedia, artikel “Masjid Rao Rao”; dikutip tanpa perubahan di bawah lisensi CC BY-SA 4.0. Baca selengkapnya di Wikipedia ↗ · CC BY-SA 4.0
Sumber
Wikipedia (ar): https://ar.wikipedia.org/wiki/%D9%85%D8%B3%D8%AC%D8%AF_%D8%B1%D8%A7%D9%88_%D8%B1%D8%A7%D9%88
Wikipedia (en): https://en.wikipedia.org/wiki/Rao_Rao_Mosque
Wikipedia (id): https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Rao_Rao