Lewati ke konten
MasjidAtlas أطلس المساجد

Foto: Akhmad Fauzi · CC BY 3.0 · Wikimedia Commons ↗

Bersejarah

Masjid Luar Batang

masjid di Indonesia

Petunjuk arah

Info utama

Dibangun
1739
🧭 Apa saja fasilitas masjid ini?

Jika pernah ke sana, tandai yang Anda lihat; info yang terkonfirmasi ditampilkan dan dipakai untuk filter.

Masuk untuk menandai

Ringkasan

Konten ini belum tersedia dalam bahasa Anda.

Teks ini disusun dengan bantuan AI dari informasi bersumber dan belum ditinjau editor. Mohon laporkan jika ada kesalahan.

Luar Batang Mosque (Masjid Luar Batang) stands in the Pasar Ikan (Fish Market) area of Penjaringan, North Jakarta, on the west side of Sunda Kelapa Harbor. It is regarded as one of the oldest mosques in the Indonesian capital. The mosque takes its name from the nickname of Habib Luar Batang, remembered as a sacred guardian of Islam, whose shrine is located at the same site. Our records date its construction to 1739.

Sejarah

Konten ini belum tersedia dalam bahasa Anda.

Teks ini disusun dengan bantuan AI dari informasi bersumber dan belum ditinjau editor. Mohon laporkan jika ada kesalahan.

The mosque was built in the 18th century, and our records give the year as 1739. It was named after Luar Batang, the nickname of Habib Luar Batang, whose shrine lies at the same location.

Dari Wikipedia

Masjid Jami Keramat Luar Batang atau juga populer dengan sebutan Masjid Luar Batang adalah sebuah bangunan ibadah bersejarah yang berada di daerah Penjaringan, Jakarta Utara. Di masjid ini terdapat makam seorang ulama bernama Habib Husein bin Abubakar bin Abdillah Alaydrus atau lebih dikenal dengan 'Habib Husein'. Dia merupakan seorang Arab Hadramaut yang hijrah ke tanah Jawa melalui Pelabuhan Sunda Kelapa pada 1736. Silsilahnya dikatakan tersambung kepada Nabi Muhammad SAW.

Masjid Jami Keramat Luar Batang dibangun Habib Husein pada Abad ke-18. Habib Husein sendiri dikenal sebagai salah seorang tokoh penentang Kolonial Belanda di kawasan Sunda Kelapa. Karena sikapnya tersebut, ia sempat merasakan kehidupan penjara. Habib Husein wafat pada 24 Juni 1756 dalam usia yang relatif masih muda, yaitu kurang dari empat puluh tahun.

Nama masjid ini diberikan sesuai dengan julukan Habib Husein, yaitu Habib Luar Batang. Ia dijuluki demikian karena konon dahulu ketika Habib Husein meninggal dan hendak dikuburkan di sekitar Tanah Abang, tiba-tiba jenazahnya sudah tidak ada di dalam "kurung batang". Hal tersebut berlangsung sampai tiga kali. Akhirnya para jama'ah kala itu bermufakat untuk memakamkan dia di tempatnya sekarang ini. Jadi maksudnya, keluar dari "kurung batang".

Masjid Jami Keramat Luar Batang sering didatangi peziarah dari berbagai pelosok tanah air. Pada 2016, kawasan di sekitar Masjid Luar Batang sempat diterpa wacana penggusuran oleh Pemprov DKI Jakarta. Namun wacana tersebut ditentang oleh Yusril Ihza Mahendra, seorang pengacara kondang yang juga pakar hukum tata negara. Menurut Yusril, tanah Luar Batang yang hendak digusur Pemprov DKI itu adalah sah sebagai tanah milik warga dan hak kepemilikan mereka atas tanah tersebut dilindungi undang-undang.

Sumber: Wikipedia, artikel “Masjid Luar Batang”; dikutip tanpa perubahan di bawah lisensi CC BY-SA 4.0. Baca selengkapnya di Wikipedia ↗ · CC BY-SA 4.0

Sumber
Terakhir diperbarui: 2 November 2026 17 dilihat

Tambah ke daftar

Tambah foto

Foto ditambahkan setelah ditinjau editor.

Sarankan koreksi

Masjid Luar Batang