Lewati ke konten
MasjidAtlas أطلس المساجد

Foto: Firdaus31 · CC BY-SA 4.0 · Wikimedia Commons ↗

Bersejarah

Masjid Agung Banten

masjid di Indonesia

Petunjuk arah

Info utama

Dibangun
1566
🧭 Apa saja fasilitas masjid ini?

Jika pernah ke sana, tandai yang Anda lihat; info yang terkonfirmasi ditampilkan dan dipakai untuk filter.

Masuk untuk menandai

Ringkasan

Konten ini belum tersedia dalam bahasa Anda.

Teks ini disusun dengan bantuan AI dari informasi bersumber dan belum ditinjau editor. Mohon laporkan jika ada kesalahan.

The Great Mosque of Banten (Indonesian: Masjid Agung Banten) is a historic mosque in Old Banten, about 10 km north of Serang in Banten Province, Indonesia. It dates to the 16th century and is one of the few surviving remnants of the former port city of Banten. It is regarded as one of the oldest mosques in Indonesia and draws visitors not only from Banten and West Java but from many parts of Java. The complex includes a tower resembling a minaret. The mosque stands in the Plaza Masjid Agung Banten area of Kasemen.

Sejarah

Konten ini belum tersedia dalam bahasa Anda.

Teks ini disusun dengan bantuan AI dari informasi bersumber dan belum ditinjau editor. Mohon laporkan jika ada kesalahan.

After the fall of the Demak Sultanate in the mid-16th century, Banten became the most prosperous trading centre in the Indonesian archipelago. The mosque was first built by Sultan Maulana Hasanuddin, the first sultan of Banten, who reigned from 1552 to 1570. Our record gives 1566 as the year of construction. The mosque is one of the few structures that survive from the old port city.

Dari Wikipedia

Masjid Agung Banten (bahasa Arab:مسجد بنتن الكبير) (aksara Sunda: ᮙᮞ᮪ᮏᮤᮓ᮪ ᮃᮍᮥᮀ ᮘᮔ᮪ᮒᮨᮔ᮪) adalah salah satu masjid tertua di Indonesia yang penuh dengan nilai sejarah. Masjid ini terletak di Banten Lama, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten, Indonesia. Masjid ini adalah salah satu dari sedikit peninggalan yang tersisa dari bekas Kota Kuno Banten—pusat perdagangan paling makmur di Indonesia—setelah jatuhnya Kesultanan Demak pada pertengahan abad ke-16.

Masjid ini dibangun pertama kali pada 1556 oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570), sultan pertama dari Kesultanan Banten. Ia adalah putra pertama dari Sunan Gunung Jati. Setiap harinya masjid ini ramai dikunjungi para peziarah yang datang tidak hanya dari Provinsi Banten dan Provinsi Jawa Barat saja, tetapi juga dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Masjid ini dikenali dari bentuk menaranya yang sangat mirip dengan bentuk sebuah bangunan mercusuar.

Sumber: Wikipedia, artikel “Masjid Agung Banten”; dikutip tanpa perubahan di bawah lisensi CC BY-SA 4.0. Baca selengkapnya di Wikipedia ↗ · CC BY-SA 4.0

Sumber
Terakhir diperbarui: 27 Oktober 2026 14 dilihat

Tambah ke daftar

Tambah foto

Foto ditambahkan setelah ditinjau editor.

Sarankan koreksi

Masjid Agung Banten