Masjid Raya Sumatera Barat
masjid di Indonesia
Info utama
- Dibangun
- 2007
- Arsitek
- Rizal Muslimin
- Kapasitas
- 6.000 orang
🧭 Apa saja fasilitas masjid ini?
Jika pernah ke sana, tandai yang Anda lihat; info yang terkonfirmasi ditampilkan dan dipakai untuk filter.
Ringkasan
Konten ini belum tersedia dalam bahasa Anda.
Teks ini disusun dengan bantuan AI dari informasi bersumber dan belum ditinjau editor. Mohon laporkan jika ada kesalahan.
The Grand Mosque of West Sumatra (Indonesian: Masjid Raya Sumatera Barat) stands in Padang Utara Subdistrict of Padang, the capital of West Sumatra province, Indonesia. It is described as the largest mosque in West Sumatra and the second-largest in Sumatra. The mosque occupies a complex of 40,345 square meters at the intersection of Jalan Khatib Sulaiman and Jalan Ahmad Dahlan. Our records give its capacity as about 6,000 worshippers. The building was designed by the architect Rizal Muslimin.
Sejarah
Konten ini belum tersedia dalam bahasa Anda.
Teks ini disusun dengan bantuan AI dari informasi bersumber dan belum ditinjau editor. Mohon laporkan jika ada kesalahan.
Our records give 2007 as the year of construction. The architect was Rizal Muslimin.
Dari Wikipedia
Masjid Raya Sumatera Barat atau Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi terletak di Jalan Chatib Sulaiman, Kota Padang, Sumatera Barat. Pembangunannya diawali peletakan batu pertama pada 21 Desember 2007 dan dinyatakan selesai pada 4 Januari 2019 dengan total biaya sekitar Rp330 miliar. Masjid ini didesain oleh Rizal Muslimin lewat proses sayembara yang diadakan pemerintah daerah pada 2006. Adapun rancang bangun rinci dikerjakan oleh Penta Rekayasa. Total Bangun Persada bertindak sebagai kontraktor pelaksana untuk lima tahap awal pembangunan (sampai 2014).
Berdiri di lahan seluas 7,5 hektare, masjid ini memiliki denah berbentuk persegi yang melancip di empat sudutnya, terinspirasi dari bentuk bentangan kain yang digunakan Nabi Muhammad untuk mengusung Hajar Aswad. Bentuk bangunannya sekaligus merepresentasikan gonjong, atap rumah adat Minangkabau. Ruang utama yang berfungsi sebagai ruang salat terletak di lantai atas dengan elevasi enam meter dan dapat diakses melalui bidang miring yang membujur ke jalan.
Menurut rencana induk, Masjid Raya Sumatera Barat disiapkan sebagai Islamic Center yang memiliki sejumlah fasilitas penunjang dengan total estimasi biaya Rp500 miliar. Kerajaan Arab Saudi pernah mengirim bantuan untuk pembangunan, tetapi karena terjadi gempa bumi pada 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengalihkannya untuk keperluan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana. Pembangunan berlangsung lebih lama dari rencana semula karena keterbatasan anggaran daerah. Pada 2015, Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta anggaran pembangunan dipangkas sehingga penyelesaian masjid tidak sesuai rencana induk.
Sumber: Wikipedia, artikel “Masjid Raya Sumatera Barat”; dikutip tanpa perubahan di bawah lisensi CC BY-SA 4.0. Baca selengkapnya di Wikipedia ↗ · CC BY-SA 4.0
Sumber
Wikipedia (ar): https://ar.wikipedia.org/wiki/%D9%85%D8%B3%D8%AC%D8%AF_%D8%BA%D8%B1%D8%A8_%D8%B3%D9%88%D9%85%D8%B7%D8%B1%D8%A9_%D8%A7%D9%84%D9%83%D8%A8%D9%8A%D8%B1
Wikipedia (en): https://en.wikipedia.org/wiki/Grand_Mosque_of_West_Sumatra
Wikipedia (fr): https://fr.wikipedia.org/wiki/Grande_Mosqu%C3%A9e_du_Sumatra_occidental
Wikipedia (id): https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Raya_Sumatera_Barat
Wikipedia (ur): https://ur.wikipedia.org/wiki/%D8%AC%D8%A7%D9%85%D8%B9_%D9%85%D8%B3%D8%AC%D8%AF_%D9%85%D8%BA%D8%B1%D8%A8%DB%8C_%D8%B3%D9%85%D8%A7%D9%B9%D8%B1%D8%A7